About Me

Foto saya
winner adalah salah seorang penulis blog. memiliki sedikit pengalaman namun memiliki kisah hidup yang sangat berarti yang pantas untuk dibagi buat para pembaca blog...

counter
Tampilkan postingan dengan label Business Strategy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business Strategy. Tampilkan semua postingan

Strategi Menentukan Harga

0 komentar
Dalam pemasaran, harga diatur sedemikian rupa agar cocok dengan strategi positioning perusahaan, dan proses mempengaruhi
persepsi masyarakat. A product’s image is influenced by price . Perusahaan menetapkan harga sat meemperkenalkan prosuk baru, memperkenalkan produk regulernya ke saluran distribusi atau daerah baru, dan ketika perusahaan mengikuti lelang atas kontrak kerja baru. Isu ini menyebabkan perusahaan harus melakukan banyak pertimbangan agar tidak sampai terjadi kesalahan dalam penentuan harga. Salah positioning menyebabkan perusahaan mengalami penurunan jumlah penjualan.
Dalam menentukan harga terdapat lima langkah yang harus dijalankan, yaitu :
1. Memilih tujuan pemasaran
2. Menentukan permintaaaan
3. Memperhitungkan biaya
4. Menganalisa biaya pesaing, harga, dan penawaran
5. Memilih metode penentuan harga
6. Memilih harga.


Become A SMART AND GOOD ENTREPRENEUR

1 komentar

Sebagian besar entrepreneur yang akan berwirausaha mengalami kendala terbatasnya modal,
sehingga belum mampu merekrut orang lain untuk bekerja dengannya, yang kemudian membuat sebuah bisnis tidak dibentuk dengan struktur organisasi yang lengkap. Untuk itu memaksa mereka untuk mempunyai skill yang lebih dari satu atau multiskill.
Agar The Business Team Skill bisa terwujud, dengan memulai suatu bisnis seorang diri, ada beberapa skill yang harus dipelajari, yaitu:
1. Leadership, kepemimpinan mengelola diri sendiri.
2. Specialist, keahlian khusus atas bisnis yang akan dijalankan.
3. Managerial Skill, kemampuan mengelola bisnis dan memotivasi diri sendiri.
4. Financial Skill, kepandaian dalam mengendalikan keuangan.
5. Selling Skill, keahlian dalam menjual.
Dari kelima skill tersebut, maka Selling Skill merupakan embrio untuk meraih sukses sebagai entrepreneur.
Selling artinya menjual, yaitu suatu aktifitas (kegiatan memasarkan lewat personal selling) menjual atau bertransaksi. Marketing dan Selling merupakan suatu konsep yang tidak bisa dipisahkan. Singkatnya, Marketing is a strategy business concept, and selling is a tactic to create a transaction and a part of marketing actifity. Jadi merupakan satu kesatuan yang utuh untuk membuat bisnis berkembang.
Kegiatan menjual dan menawarkan suatu barang/jasa kepada orang lain membutuhkan seni menjual, bukan lagi kemampuan menjual saja (selling skill), karena seni menjual (art of selling skill atau artsell) itu membutuhkan insting dan naluri humanisme sebelum bertransaksi. Beberapa level kemampuan menjual atau disebut salesmanship level, yaitu:
(1) memaksa atau meminta, atau disebut pusher salesmanship,
(2) merayu atau memanipulasi, atau disebut manipulate salesmanship,
(3) bargaining atau barter, atau disebut transaction salesmanship,
(4) motivation, atau disebut motivational salesmanship.
Bagi entrepreneur, ada banyak sisi dan faktor yang harus dimiliki agar mempunyai salesmanship yang kuat, yaitu:
(1) personality,
(2) knowledge,
(3) idea dan creativity,
(4) skill, yaitu selling skill.
(5) konsep.
Ada beberapa tahapan orang untuk memulai melakukan kunjungan niaga atau menjual, yaitu:
1. Prospecting.
Prospecting harus mengacu pada strategi marketing, yaitu segmentation, targeting, positioning, product branding, dan differentiation, dimana prospecting adalah membuat profil calon pelanggan. Prinsip prospecting seperti teori menabur benih, ada yang tumbuh menjadi tunas, tumbuh menjadi besar, berbunga, berbuah, dan ada pula yang tidak tumbuh atau mati.
2. Pre-approach (greeting and on call).
Pre-approach terdiri dari:
- personal approach, yaitu pendekatan yang dilakukan untuk membuat prospek menyukai secara individu diri anda, dan
- business approach, yaitu dilakukan agar prospek menyukai produk atau bisnis anda.
Bagian pokok pre-approach adalah:
- Greeting, adalah menunjukkan kepada prospek pandangan dan kesan pertama yang positif sehingga kehadiran anda diterima olehnya.
- Communication, yaitu secara prinsip bagaimana cara berkomunikasi yang baik.
- Personality exploration.
3. Presentation and approach.
Presentasi yang baik itu adalah komunikasi yang baik dengan cara yang baik pula, sementara sisanya adalah product knowledge, penguasaan materi dan situasi serta kondisi saat itu. Approach, merupakan pendekatan yang dilakukan kepada prospek dengan cara personal approach dan business approach.
4. Handling respons/objectives + negotiation skill.
Ada dua jenis respon, yaitu: Positive Response yang biasanya diisyaratkan dengan dukungan respon positif dari prospek, sehingga bisa langsung dilanjutkan dengan closing atau komitmen untuk langkah positif berikutnya, dan Negative Response, yang diisyaratkan oleh prospek dengan diam, tidak perduli, marah, menolak, tidak setuju dan lain-lain. Menanggapi respon yang negatif, harus dengan cara yang baik, bersahaja dan simpatik, sehingga berkesan turut berempati dan menempatkan diri berada di pihak prospek.
5. Closing technique.
Closing bukanlah penutupan penjualan yang biasa diartikan oleh kebanyakan sales atau marketing, tetapi lebih tepat adalah “lead your customer to take a decision”. Jadi closing techniques dapat diartikan “lead your customer to make a deal with you!”
Jenis-jenis closing techniques, yaitu:
 Ask for the order, minta order dan komitment order ke prospek.
 The assumptive closing, mengasumsikan saja.
 The alternative closing, memberikan pilihan.
 The closing on a small issue, tidak dilakukan dengan bertele-tele.
 The pressure closing, penutupan dengan sedikit penekanan.
 The balance sheet closing method, menawarkan seluruh atau sebagian besar manfaat dalam satu table agar prospek lebih tertarik.
 Converting on objectives, mengubah keberatan.
 The negosiated closing, penutupan yang dinegosiasikan.
 Trial closing, penutupan secara coba-coba.
 The step by step closing, penutupan secara step by step.
 The bonus closing, penutupan dengan bonus.
 The emotional and fear closing, penutupan dengan mengadakan momen yang emosional dan fear bagi prospek.
6. Relationship and post call.
Menciptakan suatu hubungan niaga dengan pelanggan tidak hanya secara rasional, juga emosional. Yang pada akhirnya menciptakan experiential selling bagi pelanggan hingga terwujud suatu kondisi yang memorable.
Visi menjual adalah menyenangkan pihak lain, tanpa merasa tidak mendapatkan apa-apa, karena order akan tercipta dengan sendirinya. Misi menjual haruslah “marry your customer”, dengan selalu mempertahankan hubungan dengan prospek tang sudah menjadi pelanggan tetap.

Encourage Innovation ( Dorongan Berinovasi)

2 komentar


Valerie memiliki kedua tangann yang utuh . Perusahaan kecilnya telah tumbuh begitu cepat sehingga sulit untuk mengikutinya. Ada banyak karyawan baru yang perlu dilatih dalam cara perusahaan melakukan sesuatu. Tanpa pelatihan ini, perusahaannya akan kehilangan sebagian dari kualitas produk. Untungnya, Anna menunjukkan hadiah yang nyata untuk menjelaskan hal-hal dan ia menangani sebagian besar pelatihan hari ini.

Valerie mengingat "masa lalu" ketika itu hanya segelintir dari mereka. Mereka akan duduk di meja piknik tua di toko dan makan siang bersama dan berbicara tentang anak-anak, film - dan bisnis. Banyak yang senang dengan obrolan dan beberapa gila ide muncul dari orang-orang makan siang. Setiap orang sepertinya menikmatinya kecuali Devon, cowok baru. Dia selalu orang terakhir yang muncul dan yang pertama keluar. Dia akan berbicara sesekali, namun tidak sering.

Valerie tersenyum sekarang ketika dia berpikir tentang bagaimana ia telah berkembang. Devon tidak banyak yang "pemikir besar" seperti yang lain, tetapi ketika mereka datang dengan sebuah gagasan, Devon adalah orang yang bisa mengambilnya dari sketsa kasar ke produk jadi.

Valerie's hari ini sering terganggu oleh panggilan telepon dari timnya. Pagi ini Eva menelepon untuk memberi tahu bahwa teknik kemasan baru telah gagal - untuk keempat kalinya. Valerie menyarankan agar ia berbicara dengan Alicia yang telah melihat masalah yang sama kemarin dalam upaya untuk merampingkan operasi TI. Juga ada panggilan dari kepala penjualan yang ingin Valerie untuk mengatasi pertemuan mereka sedang bulan depan untuk beberapa klien untuk membahas industri dan apa kebutuhan masa depan. Manajer Operasional dan ingin berbicara tentang analisis SWOT yang mereka lakukan di departemennya minggu depan.

R & D posted kelompok catatan di intranet perusahaan meminta sukarelawan untuk menguji produk baru prototipe. Tim softball perusahaan diposting jadwal musim ini di intranet juga. HR adalah merekrut sukarelawan untuk mengajar siswa di dekat sekolah dasar dalam membaca.
Mengapa Satu Perusahaan Gagal
Sangat mudah untuk melihat mengapa perusahaan Carol dalam kesulitan. Tidak ada inovasi karena secara tidak sengaja Carol menghambat itu. Ia begitu terfokus pada melakukan hal-hal benar bahwa dia tidak memberikan orang kebebasan untuk membuat kesalahan dengan mencoba hal-hal baru. Meskipun ia mencoba untuk memikirkan hal-hal baru dirinya sendiri, dia memiliki kemampuan terbatas di daerah itu dan ia tidak membiarkan orang lain mencoba. Dia mikro-mengelola-nya karyawan dan memperlakukan mereka seperti anak-anak. Tak lama kemudian, mereka berhenti berusaha untuk memperbaiki keadaan, atau mereka pergi begitu saja.
Mengapa Suatu Perusahaan Sukses
Valerie's perusahaan baik-baik. Mengapa? Dia telah menciptakan budaya perusahaan yang mendorong inovasi.

    
* Dorong Komunikasi - semua orang dapat berkumpul, saat makan siang, di lapangan softball, dll dan berbicara. Lintas fungsional ini percakapan taji imajinasi setiap orang dan membiarkan mereka belajar dari keterampilan yang lain.
    
* Biarkan Kegagalan - Eva sekarang kelima upaya untuk memecahkan masalah kemasan karena empat pertama gagal. Berapa kali Edison gagal sebelum ia menemukan filamen yang tepat untuk bola lampu listrik?
    
* Cari Pola - Alicia solusi untuk masalah IT dapat menjadi apa yang perlu Eva untuk memecahkan masalah kemasan. Lihat kesamaan yang dapat mengarah pada penemuan.
    
* Know Your Market - Tidak ada gunanya dalam mengembangkan cara yang inovatif untuk membuat kereta yang lebih baik cambuk. Cari tahu apa yang klien dan kebutuhan industri Anda dan mencari solusi inovatif untuk masalah-masalah. Gunakan analisis SWOT pesaing Anda, perusahaan Anda sendiri, dan industri Anda untuk menyorot peluang untuk inovasi.
    
* Gunakan Semua's Best Skills - Devon adalah inovator bukan yang terbaik, tapi karena dia fokus pada teknik diperbolehkan orang lain di bidang lain meluangkan waktu untuk lebih kreatif. R & D penguji mereka yang direkrut dari seluruh perusahaan untuk mendapatkan banyak perspektif yang berbeda.

Gunakan Inovasi Untuk Membuat Sukses
Perusahaan Anda (atau departemen, kelompok, atau tim) memiliki banyak orang pintar. Mendorong mereka untuk menjadi imajinatif, memberi mereka izin untuk membuat kesalahan, dan memberi mereka waktu untuk hanya duduk dan berpikir. Membangun sebuah budaya yang "datar" dan bekerja di organisasi garis dengan mudah. Membangun individu menjadi sebuah tim yang menikmati kebersamaan di tempat kerja. Melakukan hal-hal ini dan Anda akan mendapatkan inovasi yang Anda butuhkan untuk berhasil.

Lima Kesalahan dalam Menggunakan Kartu Kredit

1 komentar

Paling tidak enak bila kita punya utang kartu kredit. Mengingat interest-nya saja rasanya tidak rela. Meskipun begitu, rasanya kita tidak dapat menghentikan penggunaannya. Begitu satu kartu sudah hampir lunas, kita langsung menggunakannya untuk berbelanja lagi. Makin lama, Anda juga makin berani membeli barang-barang yang lebih mahal, bahkan menggunakan kartu yang sama untuk ongkos dugem Anda. Setelah itu, karena satu kartu dirasa belum cukup, Anda menerima tawaran dari sales bank untuk membuat satu kartu kredit lagi. Akhirnya, utang-utang tersebut makin menjerat kita.

Pada dasarnya, kesalahan dalam menggunakan kartu kredit berawal dari pertama kali Anda membuat kartu tersebut.

1. Membawa lebih dari satu kartu di dompet.

Kemungkinan untuk berbelanja lebih besar karena Anda merasa di-support oleh kartu yang berbeda. Padahal, dengan menggunakan banyak kartu Anda menjadi lebih sulit melacak pengeluaran Anda. Bila Anda mulai merasa berat dengan tagihan kartu kredit, lebih baik simpan saja kartu kredit di laci lemari Anda hingga tagihan benar-benar lunas.

2. Meningkatkan limit kartu kredit, namun jarang menggunakannya.

Sales kartu kredit kini sering menjual data base-nya ke pihak lain sehingga Anda sering kali menerima telepon dari berbagai bank yang menawarkan produknya. Seharusnya, Anda marah karena data Anda diperjualbelikan. Alih-alih, Anda malah terbujuk rayuan sales tersebut dengan menerima kartu baru dengan limit Rp 200 juta. Padahal, Anda hanya traveling saat mudik hari raya, Anda bukan tipe yang senang fine dining, belanja pun lebih sering kalap saat berada di factory outlet. Percayalah, bila kartu tersebut tak pernah dimanfaatkan, Anda hanya akan kerepotan menerima telepon dari pihak sales yang terus-menerus menawarkan program. Sampai ketika Anda tak bisa lagi menghindar, akhirnya Anda terpaksa menerima program yang tak Anda butuhkan itu.

3. Hanya membayar minimum payment.

Anda memiliki lebih dari tiga kartu kredit dan masing-masing jumlah tagihannya sama dengan gaji Anda. Katakan saja gaji Anda Rp 5 juta per bulan. Berarti tagihan ketiga kartu kredit Anda mencapai Rp 15 juta, dengan pembayaran minimum total sekitar Rp 1,5 juta. Bila setiap bulan Anda hanya sanggup membayar minimum payment ini, hitung saja berapa lama utang Anda akan lunas. Anda masih harus membayar interest sekian persen, yang nanti justru akan menambah jumlah tagihan Anda. Artinya, Anda harus membayar utang yang tidak Anda lakukan.

Karena itu, bayarlah utang Anda lebih dari jumlah minimum yang harus dibayarkan. Setidaknya, 30 persen dari jumlah tagihan. Bila mendapat bonus, prioritaskan untuk melunasi utang Anda lebih dulu.

4. Terlambat membayar kartu kredit.

Selain terkena denda, Anda juga masih harus membayar bunga. Cara terbaik membayar kartu kredit adalah dengan membayar secara balance tagihan Anda sebelum tanggal penagihan. Sebab jika Anda membayar pada jeda waktu di antara transaksi belanja dan tanggal penagihan, Anda belum akan dikenakan bunga kartu kredit sehingga Anda akan terbebas dari bunga karena sudah membayar lunas kartu kredit sebelum tagihan dicetak.

5. Mengambil pinjaman tunai untuk membayar kartu kredit.

Hal ini sama saja dengan prinsip gali lubang tutup lubang. Anda melunasi utang dari satu tempat dengan berutang dari pihak lain. Ingat, bank umumnya memberikan pinjaman tunai dengan bunga yang cukup tinggi (di bank swasta asing, pinjaman di bawah Rp 25 juta dikenakan bunga di kisaran 27,5 persen (cicilan 36 bulan) hingga 36,54 persen (cicilan 12 bulan) per tahun. Utang Anda tak pernah lunas, dan Anda malah harus membayar sesuatu yang tidak Anda belanjakan.

Bagaimana sesungguhnya dengan Anda Sendiri ?

Bagaimana Menulis Email yang Menjual

0 komentar

1. Membuat judul email yang menarik perhatian.

Judul email adalah sangat penting dalam email marketing. Judul email adalah sama
dengan Headline sebuah berita jika itu dikoran. Maksudnya, buatlah judul email anda
menarik perhatian sang penerima email untuk membuka email anda. Buatlah penerima
email anda menjadi penasaran dengan email yang anda kirimkan. Intinya Judul email
sangat Penting dan prioritas! Jika anda gagal melakukan ini ...ya jangan berharap
banyak email anda akan dibuka..:)

Yang penting jangan melakukan kebohongan dalam mengirim email, apa yang tertulis
dijudul harus berhubungan dengan isi email. Sebab email marketing dibangun atas
dasar kepercayaan dan berorientasi hubungan persahabatan jangka panjang, terutama
dengan kastemer dan calon kastemer anda.

Dalam menulis judul hindari dengan megawali judul dengan tandan bintang (*), seru
(!), tanya (?), dollar ($) dan simbul simbul lainnya. Biasanya judul seperti ini
akan langsung didelet oleh si penerima, karena diindikasikan spam...ini kebiasaan
yang saya lakukan :)

Oh ya jangan juga menggunakan email yang tidak jelas misalnya: scdjyghg@webanda.com
...biasanya saya juga langsung mendelet email seperti ini, mungkin anda juga kan? :)

2. Personalkan email anda kepada setiap individu (dengan
menyebut nama penerima email). 

Usahakan menyebut nama si penerima email dalam email anda. Nama lengkap atau
panggilan juga tidak masalah. Karena dengan menyebut namanya, penerima akan lebih
akrab dan rasa personalitasnya terasa. 

Misalnya: Apakabar Yanto? atau hallo Yanto? atau hai Yanto!...bagaimana menurut anda?

3. Ingatkan kepada mereka siapa anda, dan darimana anda
mendapatkan kontak dengan mereka.

Jika anda mengirim email kepada seseorang pertama kali, atau sudah lama tidak 
mengontak mereka, segera ingatkan mereka siapa anda dan dari mana anda tahu email
mereka dalam baris awal email anda.

Misalnya, "Saya Budi pemilik bengkel motor www.BengkelMotor.com, saya mendapatkan
kontak email anda karena anda mengisikan pada kolom newsletter kami beberapa waktu
yang lalu." Isi selanjutnya ikuti langkah berikutnya....

4. Ungkapkan keuntungan bagi penerima email pada baris atau
paragraf pertama.

Dalam email marketing, usahakan mendapatkan manfaat atau keuntungan jika seseorang
menerima email dari anda. Dan keuntungan/manfaat yang mereka terima tulislah dalam
paragraf pertama.

Misalnya : "Sebagai ucapan terimakasih karena telah mengunjungi website kami,
silakan datang ke bengkel kami untuk mendapatkan service gratis hanya dengan membawa
print out email ini."<---ini untuk kontak pertama kali.

Jika yang dikirimi adalah kastemer atau calon kastemer lama, bisa seperti ini :
Bapak yanto, anda akan mendapatkan discount 50% ongkos service hanya dengan membawa
print out email ini. Tapi ingat Pak Yanto ini berlaku hanya untuk bulan ini saja
lho.

5. Tulis email yang singkat dan to the point aja.
Tulislah email dengan singkat dan to the point saja. Biasanya orang akan jadi malas
membaca jika dia sudah melihat emailnya terlalu panjang. Termasuk saya..hehehe :)

Dapatkanlah waktu dari penerima email untuk membaca keseluruhan email anda. lebih
bagus email anda sudah selesai dibaca dalam waktu 30 detik sampai dengan 1 menit.

6. Katakan kepada pembaca anda (penerima email) bagaimana
menghubungi anda, terutama untuk melakukan order barang
yang anda jual.

Nah jangan lupa juga mencantumkan alamat kontak bagaimana seseorang menghubungi anda. 
Ini penting untuk menghindari calon kastemer yang potensial hilang begitu saja.

Misalnya :"Untuk keterangan lebih lengkap silakan hubungi : 
Budi 
Bengkel Motor
Jl. Panglima Sudirman No 1 Jakarta
Tlp. 021-1234567
Fax. 021-1234567

Selamat mencoba! 

Apakah Perlu membangun Website?

0 komentar
Seorang pemilik sebuah toko barang elektronik yang cukup besar di pasar kota dan
ramai dikunjungi pembeli sempat berbincang-bincang mengenai internet dan dia
menegaskan tidak tertarik dengan dunia maya ini serta tidak akan pernah
menginvestasikan uangnya untuk membuat sebuah situs web (web site) atau biasa kita
salah kaprah menyebutnya homepage.

Lain halnya dengan salah seorang kenalan yang berprofesi sebagai konsultan pajak,
beranggapan bahwa sebuah personal homepage cukup perlu buat dia. Kantornya terletak
di sebuah kompleks perumahan yang bisa dibilang jauh dari pusat kota. Saat ini dia
sudah mulai familiar dengan internet dan mempunyai alamat email.

Siapa Saja Yang Butuh?
Bila usaha anda saat ini mampu menangani jumlah kebutuhan pelanggan dan anda cukup
puas dengan kuantitas pelanggan anda seperti sekarang ini serta tidak tertarik untuk
memperluas usaha dan pasar anda, anda tidak akan memerlukan sebuah situs web. Juga
bila anda tahu pelanggan maupun calon pelanggan anda tidak mempunyai akses internet
maupun “gatek” (gagap teknologi) sudah gamblang anda tidak perlu punya situs web.

Bagi perusahaan yang mempunyai ekspansi pasar yang cukup luas dan berkeinginan untuk
berkembang dengan pemasaran dan layanan pelanggan yang memuaskan, kehadirannya di
dunia online merupakan strategi yang sangat bagus.

Namun sebuah bisnis yang berorientasi lokal pun seperti jasa perbaikan mobil dan
motor, salon kecantikan, persewaan VCD juga akan dapat mengambil keuntungan besar
dari sebuah situs web. Dengan sebuah situs web yang sederhana calon pelanggan dapat
memperoleh informasi selama 24 jam sehari, baik tentang profil bisnis, daftar
layanan maupun promosi produk baru dan penawaran khusus.

Singkatnya, bila usaha anda ingin lebih berkembang dan mendatangkan pelanggan lebih
banyak, sebaiknya wujudkan kehadiran anda secara online.

Situs Web Sebagai Alat Pemasaran
Anggapan bahwa situs web hanya cocok dan diperlukan untuk perusahaan besar adalah
salah. Dengan hadir di dunia online merupakan sebuah kesempatan bagi usaha kecil
menengah bersaing dengan perusahaan besar, usaha anda akan nampak lebih modern dan
terpercaya.

Buatlah konsep yang baik untuk disain situs web anda dan tak lupa juga dukungan
mekanisme dan prosedur yang sesuai dengan usaha anda di dunia offline. Saat hadir di
dunia online perusahaan kecil dapat tampak seperti perusahaan besar, dan sebaliknya
perusahaan besar bila tidak didukung disain dan konsep yang baik, akan berkesan
seperti perusahaan yang tidak profesional.

Sebagai contoh adalah Monroe’s Pen Shop, Inc. www.penshop.com sebuah toko pena antik
di Pennsylvania yang memutuskan memasuki dunia online dengan berawal dari situs web
yang didisain sendiri oleh pemiliknya. Kemudian melalui konsep dan strategi
pemasaran online yang tepat, pendapatan pertahunnya sekarang mencapai $250,000 !

Beberapa hal dari usaha yang akan terbantu dengan adanya situs web adalah :

:: Pelanggan ataupun calon pelanggan mudah menemukan lokasi usaha, toko ataupun
nomer telephon anda.

:: Informasi yang cepat dan praktis mengenai produk dan layanan anda.

:: Jumlah tenaga pemasaran yang efektif dikarenakan pelanggan tidak perlu harus
membuat janji dengan sales anda untuk memperoleh informasi produk.

:: Membangun hubungan dengan pelanggan dengan program seperti penawaran khusus, kuis
dan kontes secara online.


Tak pelak lagi, bila usaha anda ingin berkembang, keputusan menanamkan investasi
untuk sebuah situs web yang sederhana merupakan langakah yang bijak bagi bisnis

Menemukan Ide Gila Untuk di jual di internet

0 komentar

Diinternet adalah pasar yang sangat luas dan tidak pernah tidur dalam 24
Jam. Ini adalah pasar yang sangat potensial untuk anda menjual sesuatu
melaui internet. Sebab pasar diinternet tidak penah menolak barang
tertentu untuk dijual. Berbeda dengan pasar tradisional, atau mall. Anda
akan diusir oleh satpam mentah-mentah ketika anda mencoba menuntun seekor
kambing untuk anda djual dalam sebuah Mall. Tapi kalau anda menawarkan
kambing anda dalam internet …hmmm saya pikir tidak akan terjadi seperti
diatas...

Ok, lantas apa yang paling cocok dan mudah untuk dijual diinternet. Ini
yang gampang-gampang susah. Pada dasarnya apapun yang anda ingin jual
melalui internet itu bisa anda lakukan. Baik itu anda ingin menjual
sepatu, jual nasi, jual baju, computer dan lain sebagainya…waduh..sama
saja dong dengan bisnis konfensional, yang menghabiskan banyak uang untuk
mulai usaha….ok sabar, saya akan mencoba memberikan sebuah alternatife ide
yang bisa anda lakukan dalam berbisnis diinternet.

Ide gila Yang ingin saya berikan kepada anda adalah …dengan menjual produk
diinternet yang tidak memerlukan banyak uang untuk berinvestasi…lantas
bagaimana menemukannya?

Salah satu jalan yang paling mudah mendapatkan suatu produk adalah dengan
menemukan suatu masalah, dan kemudian menawarkan suatu produk atau
melayani untuk memecahkan masalah itu. Sekali lagi: Temukan suatu masalah
dan kemudian tawarkan suatu produk atau melayani untuk memecahkan masalah
itu. Mudah bukan?

Begini untuk lebih mudahnya ..kira-kira apa yang paling bikin pusing anda,
setidaknya yang paling mengganggu pikiran anda? Taruhlah anda ternyata
mempunyai permasalahan dengan baju anda. Anda ternyata tidak mempunyai
baju yang up to date…tidak mengikuti tren jaman…tapi anda punya pacar…dari
sini anda sudah menemukan sebuah ide subyek..”Bagaimana cara menggaet
seorang wanita, meskipun dengan baju-baju usang anda!” ini hanya salah
satu contoh saja. Atau anda dapat melakukan riset dan temukan suatu
masalah di tempat lain. Dan anda telah menemukan sebuah ide produk, yaitu
produk informasi. Produk inilah yang paling murah dari segi modal untuk
dijual diinternet. Sama-sama menjual ‘baju’ diinternet, yang satu menjual
baju beneran dan membutuhkan modal yang besar dan satu lagi hanya menjual
informasi seputar baju dan tidak memerlukan modal yang besar.

Ok Sekali lagi saya ulang : Memasarkan suatu Bisnis di Internet yang
paling mudah untuk menjual suatu produk adalah dengan menawarkan sebuah
solusi. Orang-Orang yang dating ke internet akan membeli solusi suatu
permasalahan... mereka tidak akan membeli desain web site yang indah dan
canggih…

Internet adalah tempat yang benar-benar potensial untuk memasarkan suatu
produk. Jika anda mempunyai suatu produk yang membahas tentang ikan hias
misalnya. Maka anda juga dapat menemukan ratusan ribu seluruh penjuru
dunia, orang-orang dengan suatu hobby seperti yang anda jual…ini berarti
produk anda layak dijual. Anda dapat menemukan orang-orang seperti ini
dalam newsgroups, forum, kelompok diskusi, websites, dan email dan itu
adalah pasar yang besar.

Anda bisa dapat membuat banyak uang dengan melatih pikiran anda untuk
selalu menemukan solusi dari suatu permasalahan. Katakanlah setiap ide
yang anda jual diinternet menghasilkan penjualan 5 juta setahun, kalau
anda punya 3 atau empat produk yang anda jual tersendiri, bukankah
penghasilan anda akan menjadi lebih baik bukan? Intinya kalau bisa juallah
produkl lebih banyak akan lebih baik…tapi anda harus fokus dalam
memasarkannya…akan percuma jika anda punya banyak produk tapi anda tidak
bisa memasarkannya. Mulailah dengan satu produk, nanti dengan sendirinya
yang lain akan mengikuti.

Selamat mencoba!

3 Jalan Mengumpulkan Modal Usaha

0 komentar

Salah satu faktor penting yang diperlukan untuk membuka usaha adalah modal. Modal
yang diperlukan untuk usaha biasanya terbagi menjadi tiga: Modal Investasi Awal,
Modal Kerja, dan Modal Operasional. Namun setelah mengetahui hal ini, beberapa orang
malah makin pusing. "Menghitung modal sih memang gampang. Masalahnya sekarang,
gimana caranya supaya modalnya bisa terkumpul?" begitu mungkin yang Anda pikirkan.

Ini memang bahasan menarik, karena banyak orang kesulitan mengumpulkan modal usaha.
Sebagai contoh, kalau seseorang ingin buka usaha laundry dengan memiliki mesin cuci
sendiri, dan ia membutuhkan modal dana sebesar Rp 20 juta, sementara dananya sendiri
baru Rp 3 juta, darimana ia bisa mengumpulkan modal?

Ada tiga jalan untuk mengumpulkan modal usaha:

1. Modal sendiri
Pertama jelas, kalau Anda ingin membuka usaha, Anda bisa memakai modal sendiri.
Caranya bisa dengan mengambil dari simpanan yang Anda miliki sekarang, entah dari
tabungan atau deposito, atau dengan menjual aset yang Anda punya. Sebagai contoh,
banyak orang yang menjual sepeda motornya untuk dijadikan modal usaha, atau menjual
perhiasan yang dimiliki.

Menjual barang untuk menambah modal usaha adalah hal yang biasa. Yang paling
penting, jangan merasa terlalu sayang untuk menjual beberapa aset Anda untuk
menambah modal usaha. Contohnya, kalau Anda tidak mempunyai uang untuk modal usaha
dan harus menjual perhiasan Anda, ya jual saja. Kelak bila usaha Anda sudah
berhasil, Anda toh bisa membeli lagi perhiasan yang lebih bagus. Betul, enggak?

2. Meminjam
Meminjam uang untuk modal usaha juga sering dilakukan orang. Dengan meminjam,
seringkali usaha yang memang Anda impikan bisa lebih cepat terwujud. Hal ini lebih
baik daripada menunggu hingga modal terkumpul. Hanya saja, karena modal itu Anda
dapatkan dengan meminjam, Anda betul-betul harus memperhatikan cash flow Anda. Ini
karena Anda pasti harus mengembalikan uang yang Anda pinjam. Entah dengan
mengembalikannya secara bulanan, 6 bulanan, atau mungkin tahunan.

Dalam hal meminjam, bahwa banyak orang yang seringkali terlalu fokus kepada
bagaimana mereka bisa mendapatkan pinjaman, tetapi tidak memikirkan apa yang bisa
mereka lakukan untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Jadi, ketika meminjam, cobalah
untuk memikirkan bagaimana caranya Anda bisa mengembalikan pinjaman tersebut.

Tipsnya, ketika Anda memikirkan caranya, jangan terlalu optimis bahwa pendapatan
dari usaha Anda pasti bisa langsung besar di bulan-bulan pertama. Kalau perlu,
buatlah perkiraan sepesimis mungkin. Dari perkiraan yang pesimis tersebut, Anda
pasti bisa melakukan penilaian apakah pengembalian yang akan Anda lakukan nantinya
bisa lancar atau tidak.

3. Kerja sama
Daripada Anda memakai dana milik Anda sendiri semuanya, atau daripada Anda meminjam,
mengapa tidak mencoba menjalin kerja sama dengan orang lain? Dengan menjalin kerja
sama, maka risiko usaha Anda bisa lebih kecil karena harus dibagi bersama
teman-teman Anda. Cuma, keuntungan yang Anda dapatkan tentu juga harus dibagi.
Artinya, risiko dibagi, keuntungan juga harus dibagi.

Sekarang masalahnya, adakah orang yang mau kerjasama dengan Anda? Itu tergantung
apakah Anda bisa dengan baik menawarkan keuntungan yang masuk akal pada usaha yang
Anda tawarkan. Tetapi, tawaran keuntungan saja belum cukup lho. Anda juga harus bisa
memberikan pendekatan yang baik, tidak sombong pada orang-orang yang ingin Anda ajak
kerjasama.

Selain itu, bila memungkinkan, penjelasan yang Anda berikan juga harus masuk akal,
seadanya, dan tidak melulu memaparkan keuntungan pada orang yang ingin Anda ajak
kerjasama.

Nah, sekarang, Anda sudah tahu bagaimana mengumpulkan modal untuk membuka usaha.
Mudah-mudahan dari tiga pilihan tersebut di atas, Anda bisa menentukan pilihan mana
yang terbaik.